10 Okt 2013

Pengamat: Pemanggilan Atut Bisa Berimbas Pada Elektabilitas Partai Golkar

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil Gubernur Banten, Ratu Atut Choisiyah sebagai saksi terkait kasus suap Ketua MK non aktif, Akil Mochtar. Pemanggilan ini, meskipun hanya sebagai saksi tapi pasti akan mengurangi elektabilitas partai Golkar di 2014.

"Ini bukan hanya Atut saja, disana juga ada Tubagus Chaeri Wardhana, Charun Nisa dan ada Akil yang ada background Golkar. Momen ini sedikit besar merugikan citra kekinian Golkar. dan akan mempengaruhi elektabilitas partai itu sendiri," kata pengamat politik, Gun Gun Heryanto saat dihubungi, Jumat (11/10/2013).

Dosen UIN ini mengatakan orang-orang Golkar yang terindikasi terlibat dalam kasus suap Akil ini akan mencederai proses partai Golkar yang saat ini sedang berupaya merangkak naik dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.

"Moment ini sedikit besar merugikan citra kekinian Golkar. Apalagi menjelang pemilu seperti sekarang. Ini akan menjadi delegetimasi partai menjelang 2014," lanjutnya.

Nama Ratu Atut disebut dalam kasus suap Ketua MK non aktif Akil Mochtar untuk pilkada Lebak Banten. KPK yang menangkap Susi Tur Andayani di Lebak turut mengamankan uang Rp 1 miliar yang berasal dari adik Ratu Atut, Tubagus Chaeri Wardhana atau Wawan. Ternyata dari total uang tersebut, sebagian besar merupakan milik Atut yang diduga menggunakan nama besarnya untuk mempengaruhi Akil Mochtar yang pernah berkarir politik bersamanya di partai Golkar.

Indikasi pengaruh Atut dalam putusan sengketa Pilkada Lebak terlihat saat putusan yang sudah dikeluarkan Akil padahal uang suap belum sampai ke tangannya. Gubernur Banten itu tidak mau kehilangan kesempatan untuk menancapkan pengaruhnya di Lebak, salah satu kabupaten yang selama ini sulit dia taklukan.


sumber: http://news.detik.com/read/2013/10/11/072640/2384165/10/pengamat-pemanggilan-atut-bisa-berimbas-pada-elektabilitas-partai-golkar

0 komentar:

Posting Komentar