Bu Risma lg arak-arakan penghargaan Future Goverment Awards yang dimulai
dari Korem Bhaskara Jaya dan finish di Taman Surya Balaikota Surabaya.
Surabaya - Pemkot Surabaya berhasil merebut dua penghargaan FutureGov Awards 2013. Ini setelah Pemkot Surabaya berhasil menyisihkan sekitar 800 kota dari negara-negara maju di Asia Pasifik.
Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, Kota Surabaya menjadi
satu-satunya lembaga di Asia Pasifik yang mampu menerima dua penghargaan
sekaligus. Terlebih, Surabaya
berhasil mengungguli beberapa negara maju yang selama ini lebih
diunggulkan di bidang tekologi informasi seperti Singapura, Australia,
China, Hongkong, dan India.
"Surabaya bisa mengalahkan mereka semuanya. Hampir di semua kategori,
kita masuk nominasi dan memenangi dua penghargaan. Hanya Surabaya yang
mendapatkan dua penghargaan. India dan Singapura yang teknologinya maju
hanya dapat satu penghargaan," kata Risma usai kirab dua penghargaan di
Taman Surya, Minggu (27/10/2013).
Dijelaskan Risma, didapatnya dua penghargaan
kategori Data Center melalui Media Center Pemerintah Kota Surabaya dan
Data Inclusion diraih melalui Broadband Learning Center (BLC)
menjadi indikator jelas bahwa Kota Surabaya merupakan kota yang
pemerintahannya sudah mampu mengelola dengan baik bagaimana
berkomunikasi dengan tiga juta masyarakat Surabaya melalui Broad Band
Learning (BLB).
"Percepatan pelayanan data kita lebih baik dibanding daerah lain karena
kita terpadu dan tidak ada lagi manipulasi. Ini penghargaan untuk
masyarakat karena salah satu kategorinya yaitu BLB yang selama ini kita
bangun untuk masyarakat," tandas Risma.
Sementara itu, dua penghargaan internasional itu diterima Walikota
Surabaya Tri Rismaharini di Angsana Laguna Phuket, Thailand pada Jumat
(25/10/2013). Dalam brief yang disampaikan melalui http://www.futuregov.asia,
pada kategori Data Center disebutkan, Pemkot Surabaya dinilai telah
melakukan inovasi, efisiensi dan unggul dalam manajemen proyek di
sekitar pusat data.
Sedangkan, kategori Digital Inclusion karena Pemkot Surabaya memiliki
program unggul dalam menggunakan teknologi untuk menjembatani
kesenjangan digital. Dua penghargaan tersebut diraih Surabaya setelah
menyisihkan 50 kota/negara yang menjadi nominasi. Dan 50 nominasi tersebut merupakan hasil seleksi dari sekitar 800 kota/negara yang berharap mendapatkan penghargaan tersebut.
Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser, memaparkan, Pemkot
Surabaya memang menjadi pemerintah kota yang melek teknologi. Bahkan, di
Indonesia, Pemkot Surabaya merupakan pioneer. Sejak November 2011,
sudah ada Media Center Pemkot Surabaya yang merupakan salah satu
implementasi dari model open government.
Pemkot dengan membuka akses komunikasi yang efektif dan efisien dengan
masyarakat terkait dengan proses pembangunan dan pelayanan yang
dilaksanakan oleh Pemkot Surabaya. Media Center merupakan sistem
pelayanan informasi terintegrasi bagi masyarakat Surabaya yang ingin
berpartisipasi dalam perkembangan pembangunan kota Surabaya.
"Bentuk partisipasi masyarakat terwujud dalam keluhan, pengaduan,
kritik, saran dan pertanyaan yang terkait dengan proses pembangunan dan
pelayanan yang dilaksanakan oleh Pemkot Surabaya," kata Fikser.
Dalam menyampaikan keluhan atau permohonan informasi, ungkap Fikser,
masyarakat bisa memilih akses yang dibuka Media Center melalui berbagai
macam media yaitu, telepon, SMS, website, email, faximile, facebook,
twitter, dan portal. Dan berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas
Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, jumlah keluhan
dan permohonan informasi dari masyarakat yang masuk melalui Media Center
sampai November 2011 atau sebelum launching Media Center adalah sebesar
698. Sedangkan, pada tahun 2012 sebesar 2.717. Lalu, sejak Januari
hingga September 2013 saja sudah mencapai 2.500.
Meningkatnya jumlah tersebut bukan berarti kinerja Pemkot menurun.
Namun, karena Pemkot telah membuka akses komunikasi seluas-luasnya yang
disambut respon positif warga yang menilai Media Center sebagai sarana
tepat dalam menyampaikan keluhan atau permohonan informasi tentang
Pemkot. Dari 2500 total keluhan dan permintaan informasi yang masuk ke
Media Center pada Januari hingga September 2013, sebanyak 1888
diantaranya adalah permohonan informasi yang menandakan kepercayaan
publik terhadap pelayanan informasi dari Pemkot yang akuntabel dan
transparan. Transparansi informasi sendiri merupakan salah satu
indikator dari Good Governance.
Selain itu, penerapan Standard Operating Procedure (SOP) juga menjadi
salah satu faktor yang membuat kepercayaan masyarakat masyarakat yang
melapor meningkat. Ada dua SOP yang diterapkan, yakni respon maksimal
1x60 menit untuk berintegrasi dengan tim Pelayanan Keluhan/Pengaduan
Masyarakat (TPKPM) di masing-masing SKPD dan juga respon maksimal 1x24
jam dalam memberikan jawaban kepada masyarakat yang melapor.
Sementara Broadband Learning Center (BLC), papar Fikser, merupakan
fasilitas pembelajaran IT yang dapat dinikmati oleh masyarakat Surabaya
secara gratis agar warga Surabaya melek IT. Ini merupakan salah satu
upaya percepatan menuju Surabaya Cyber City. BLC hadir di lokasi-lokasi
yang dekat dengan ruang publik seperti taman kota dan rumah susun
(rusun), sehingga mudah diakses oleh masyarakat.
Broadband Learning Centre (BLC) didukung oleh PT Telkom Indonesia Divisi
Regional V Jawa Timur melalui CSR (Corporate Social Responsibility)
dengan membuat kesepakatan dalam MOU bersama Pemerintah Kota Surabaya.
Selanjutnya BLC dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota
Surabaya. BLC telah didirikan di 6 lokasi yaitu, Rusunawa Penjaringan
Sari, Taman Prestasi, Taman Flora, Rusunawa Tanah Merah, Kelurahan Made,
dan Rusunawa Urip Sumoharjo.
"Melalui BLC tersebut masyarakat bisa berinteraksi aktif melalui IT untuk kemajuan pembangunan Kota Surabaya," tutur Fikser.

0 komentar:
Posting Komentar