Sejarah memihak tim ibukota
AS Roma menunjukkan performa yang gemilang sejauh ini di Serie
A. Enam kemenangan dari enam pertandingan pembuka Serie A yang mereka
mainkan membuat Giallorossi kembali masuk bursa calon peraih scudetto,
bersaing dengan Juventus, Napoli, AC Milan dan Inter Milan.Sempat diragukan akan bermain apik karena pergantian pelatih dan taktik, Francesco Totti cs justru membalikkan semua prediksi dan kini duduk manis di peringkat pertama Serie A. Namun, pertanyaan yang muncul justru ‘mampukah Roma mempertahankan performanya akhir musim?’ Dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, banyak tim yang mampu tampil apik di awal musim lalu kemudian seperti kehabisan bahan bakar dan performa apik mereka pun tidak lagi ditunjukkan. Namun, tak jarang mereka justru finis tidak diluar dua besar, bahkan meraih scudetto.
Berikut ini catatan sejarah dari beberapa tim yang pernah melakukan hal yang dicapai Roma musim ini dan bisa menjadi acuan Rudi Garcia dalam menahkodai timnya:
1. Juventus musim 1930/31

Tidak terkalahkan hingga sembilan pertandingan, tim asuhan Raimondo Orsi akhirnya harus kalah dari Napoli dengan skor 1-3 yang mengakhiri rekor kemenangan mereka. Namun, sepanjang musim Bianconeri tidak mengalami banyak masalah dan pada akhir musim mampu menyegel gelar scudetto ketiganya.
2. Livorno musim 1942/43

Sempat diprediksi hanya akan berjuang menghindari degradasi, Livorno secara impresif mampu mencatatkan enam kemenangan beruntung, termasuk mengalahkan Torino yang musim sebelumnya tidak terkalahkan sama sekali. Sayang, meski performa impresifnya tetap berlanjut hingga akhir musim, Livorno hanya finis sebagai runner-up.
3. AC Milan musim 1954/55

Mencatatkan tujuh kemenangan beruntun sebelum dihentikan oleh Inter Milan, skuat Rossoneri yang kala itu dihuni oleh Nils Liedholm dan Gunnar Nordahl tidak tergoyahkan dari peringkat satu Serie A sepanjang musim dan akhirnya merengkuh scudetto, meski sempat mengalami pergantian pelatih di pertengahan musim.
4. Inter musim 1966/67

Dilatih oleh Helenio Herrera dan memiliki pemain sekelas Sandro Mazzola di timnya, Nerrazzuri mencatatkan tujuh kemenangan beruntun sebelum hasil seri melawan Roma mengakhiri catatan tersebut. Dan kekalahan melawan Bologna pun menjadi kekalahan pertama Inter musim itu. Pada akhirnya mereka harus puas finis sebagai runner-up setelah kesulitan membagi perhatian pada Liga dan kompetisi Serie A.
5. Juventus musim 1985/86

Dipimpin oleh Michel Platini, Bianconeri berhasil mencatatkan penampilan impresif di Serie A musim itu, termasuk delapan kemenangan beruntun. Dan di akhir musim Bianconeri berhasil menyegel gelar scudetto.
6. AC Milan musim 1992/93

Diperkuat sejumlah nama hebat seperti Marco van Basten dan Jean-Pierre Papin, Rossoneri menampilkan performa apik dan tidak terkalahkan dalam enam pertandingan awal. Meski ditahan seri tanpa gol oleh Torino, di akhir musim scudetto pun menjadi milik Milan, mengalahkan rival sekota Inter.
7. Juventus musim 2005/06

Mencatatkan sembilan kemenangan dan hanya mengalami sekali kekalahan ketika bertandang ke San Siro, di akhir musim Juventus mendapatkan total 91 poin dan berhak atas scudetto. Sayang, keterlibatan mereka dalam skandal Calciopoli harus merelakan gelar mereka dua musim terakhir dicabut dan Bianconeri harus terdegradasi ke Serie B.
sumber: http://www.supersoccer.co.id/sepakbola-internasional/dimanakah-as-roma-akan-berada-di-akhir-musim/